Rabu, 13 November 2013

SEPUCUK JIWA YANG SUCI




Mencintaimu,itu kebutuhanku
Menyayangimu,jiwa aku yang suci
Sayangnya,cinta ini lama tersasar
Cinta ini telah lama terbiar

Namun,taukah kau duhai jiwa
Hatiku terbalut kerinduan yang mendalam
Jiwaku terpasung dalam dekapanmu
Ku pun tak ingin kehilanganmu

Cinta ini milik kita
Tapi waktu tak selalu bersama kita
Sepucuk jiwa ini kuserahkan untukmu
Kepercayaan ini tak pernah kurang dari hatiku padamu

Cinta suci kan kucari lagi yang dulu terbiar
Kan ku penuhi cinta hakiki yang lama tersasar
Senyum berhias di wajahmu
Menggetarkn hatiku,ku tahu
Kau hanya tercipta untukku

Padang-aceh,11 November 2013
By cut nurmuthaharah

DOMINASI FENOMENA




Lihatlah bunga merah itu
Ia pasti akan layu
Lihat pula dedaunannya
Lain petang ia pasti kan kekeringan jua

Kau tahu,apa hidup ini
Untuk apa nyawa ini
Pernahkah kau berpikir
Tentang hakikat warna tubuh ini

Fenomena modernisasi ini meracuni kita
Mata biru,kulit putih yang begitu menipu
Sayangnya, kita terlalu hanyut tak terkendalikan
Hati robot yang mendustakan kesucian hakiki

Interaksi bebas ini
Terlalu membumbui garam
Pada diri yang di bawah
Kesadaran diri

Dominasi kita itu perlu
Dan punya keindahan
Itu akan ada warna
Bila saling menghargai

Warnai hidup dengan keyakinan
Cintai hidup ini dengan kepercayaan
kontrol diri dengan dominasi fenomena ini
komitmen ini yang patut di teladani

padang-aceh,11 November 2013
by cut nurmuthaharah

MENERIMA KEEGOISANKU




Apakah kau merasa kehilangan sekeping hati?
Atau kau merasa secuih ombak di lautan hampa?!
untuk apa kamu menanyankan hal tak penting ini
pantaskah ku menjawab!

Harus!!
Karena kau tak tau ku sebenarnya
Hah..kau tak tahu tentangku
Itulah kau yang selalu mengacuhkanku

Butiran hujan yang membasahi bumi
Ombak laut pun terasa di tantang
Ku menelan ludah,ternyata benar
Apa yang hendak ia dikata

Aku kah yang selalu ingin tinggi
Aku kah yang tak pernah ngerti
Duuh..segitu kejamkah aku ini !!
Kepala ku penuh dengan nada gemuruh

Bingung harus bersikap bagaimana
Berdiri tegak di atas keegoisanku
Padahal itu hal yang lumrah
Terjadi padaku saat ini

Ku tahu,
Ku sebenarnya yang salah
Menatap langit yang tak berwarna
Namun ada yang menarik,ia selalu menerima pantulan yang lain

Sekarang,
Ku sadari
Kesalahan itu penyebab dari diriku sendiri
Dan patut ku lah menerima pantulan cahaya lain.

Padang –aceh ,11 November 2013
By cut nurmuthaharah