Ku pandang wajahmu
Airmata pun
mengalir
mengikuti langkah jejakmu.
Tak sanggup
membendung air mata
Betapa pahitnya
terima semua ini
Engkau mutiara
surga
Dan penerang untuk
semua
Uhibbuki fillah.
Terbesik di hatiku
Tak sanggup beban
ini
Ku pikul
Detik itu
Darah berhenti
mengalir
Jantung tak lagi
berdetak
Sakit batinku
Dengar kabar duka
ini
Lagi.lagi
Allah mengambilnya dari
dunia
Sungguh!
Itu petanda buruk
untuk dunia
Sadarlah!
Takkan kembali
mereka pergi
Dunia penuh Kehampaan
dan penipuan
Jiwa kan ternodai
bila tak di bersihkan
Kepada siapa lagi
berharap
Bila bukan pada
diri ini
Tak sanggup mereka
selalu mengingatkan kita
Jika terjadi hal
yang sama
Dengan mereka aku
bahagia
Untuk mereka aku
berduka
Hilanglah mutiara
surga
Namun takkan hilang
di dalam jiwa
By: dinda anira
Padang-aceh ,
22-03-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar